Medan, 10 November 2025 — Dalam peringatan Hari Pahlawan yang mengambil tema “Pahlawan Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan”, Wakil Ketua Umum Bidang Advokasi DPD Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Sumatera Utara,Henry Robby Tanauma, menyerukan agar semangat kepahlawanan diwujudkan melalui kegiatan-kegiatan positif dan inovatif.
Di sela-sela kegiatannya di kantor LBH Pelita Konstitusi, Henry menyatakan bahwa momentum 10 November harus dimanfaatkan bukan sekadar untuk mengenang jasa para pendahulu, tetapi juga sebagai pemantik aksi nyata yang berkelanjutan. “Di momen Hari Pahlawan ini, seyogianya kita terus melakukan kegiatan-kegiatan positif yang inovatif agar perjuangan para pendahulu kita tidak berhenti, tetapi terus maju dan bergerak seiring perkembangan zaman,” ujarnya.
Menurut Henry, bentuk modern dari kepahlawanan bukan hanya lewat pengorbanan fisik, melainkan melalui kontribusi nyata dalam bidang hukum, pendidikan, sosial, dan kemajuan teknologi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. Ia menekankan peran aktif organisasi masyarakat sipil, insan pers, dan lembaga advokasi hukum dalam menjaga nilai-nilai kejujuran, gotong royong, dan keberpihakan pada keadilan sosial.
“Kita semua—petani, pelajar, jurnalis, pengusaha, dan aktivis—memiliki tanggung jawab meneruskan perjuangan itu dengan cara kita masing-masing. Inovasi dan kerja sama antarelemen masyarakat adalah kunci agar warisan nilai kepahlawanan tetap relevan,” tambahnya.
Peringatan Hari Pahlawan tahun ini, lanjut Henry, juga menjadi panggilan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih besar antara institusi publik dan komunitas lokal. Heny berharap adanya program-program pemberdayaan yang konkret, khususnya bagi generasi muda, agar mereka memiliki sarana menyalurkan kapasitas inovatif demi kemajuan daerah dan bangsa.
Sejumlah kegiatan peringatan di Sumatera Utara hari ini meliputi ziarah ke taman makam pahlawan, diskusi publik tentang sejarah lokal dan urgensi kepahlawanan modern, serta aksi sosial yang melibatkan komunitas mahasiswa dan LSM. Henry menilai kegiatan-kegiatan seperti ini penting untuk menginternalisasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari warga.


















